Foto : Stop, Cek, Lapor! Maraknya Penipuan Jelang Hari Raya
Belawan, 05 Maret 2026 — Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Bea Cukai Belawan mengimbau masyarakat Sumatera Utara untuk mewaspadai modus penipuan yang mengatasnamakan institusi kepabeanan. Pelaku memanfaatkan tingginya aktivitas belanja online dengan berpura-pura sebagai petugas Bea Cukai, lalu meminta korban membayar “bea masuk” atau “biaya penahanan paket” atas barang yang tidak pernah ada. Uang yang sudah ditransfer pun raib begitu saja, sementara barang yang ditunggu tidak pernah tiba.
Sejak awal tahun hingga Februari 2026, Bea Cukai Belawan telah menangani 5 kasus penipuan dengan modus serupa. Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Agus Sujendro, menyebut angka ini sebagai sinyal peringatan dini. “Kami mencatat adanya pola yang berulang setiap kali mendekati momen Hari Raya. Pelaku semakin lihai menyamar dengan menggunakan logo, kop surat, hingga nomor telepon yang seolah-olah resmi,” tegasnya.
Momentum Lebaran menjadi celah yang kerap dieksploitasi pelaku. Ketika masyarakat tengah sibuk mempersiapkan kebutuhan mudik dan Hari Raya, kewaspadaan terhadap transaksi digital cenderung menurun. Ditambah lagi, periode libur panjang membuat korban sulit melakukan verifikasi langsung ke kantor resmi. Kondisi inilah yang dimanfaatkan penipu untuk bergerak lebih leluasa.
Modus yang paling umum adalah pengiriman invoice palsu, resi fiktif, atau tautan phishing yang mengarahkan korban ke situs tiruan Bea Cukai. Dalam beberapa kasus, pelaku bahkan menyertakan “surat resmi” berlogo Bea Cukai yang tampak sangat meyakinkan. Korban kemudian diarahkan untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening pribadi sebagai syarat pelepasan paket. Tidak jarang, korban juga diancam dan diintimidasi jika menolak untuk menyelesaikan pembayaran paket. Bea Cukai Belawan menegaskan bahwa seluruh kewajiban kepabeanan hanya dibayarkan melalui mekanisme resmi negara dan tidak pernah melalui transfer ke rekening individu manapun.
Sebagai langkah perlindungan, Bea Cukai Belawan mengajak masyarakat menerapkan gerakan STOP, CEK, LAPOR! — berhenti sejenak sebelum bertindak, cek kebenaran informasi melalui kanal resmi, dan segera laporkan indikasi penipuan. Jangan panik ketika menerima pesan yang mengatasnamakan Bea Cukai, terlebih jika disertai tekanan untuk segera membayar. Verifikasi selalu menjadi langkah pertama yang wajib dilakukan.
Agus Sujendro menegaskan komitmen pihaknya dalam terus mendampingi dan melindungi masyarakat. “Kami terus aktif melakukan edukasi dan penanganan kasus di lapangan. Jangan ragu menghubungi kami jika menemukan indikasi penipuan. Dengan STOP, CEK, LAPOR!, kita bisa menjaga momen Lebaran tetap aman dan penuh makna,” pungkasnya.
Informasi lebih lanjut dan pelaporan dapat diakses melalui www.beacukai.go.id/amanbersama atau langsung mendatangi Kantor Bea Cukai Belawan. Jangan biarkan euforia menyambut hari kemenangan berubah menjadi kerugian.
Berita Terbaru Lainnya
Bea Cukai Belawan Perkuat Sinergi dengan Stakeholder Lewat Coffee Morning BESTIE
Foto : Kepala Kantor BC Belawan Memberikan Pembukaan Pada Forum...
Baca selengkapnyaDukung Ekspor UMKM Sumut, Bea Cukai Belawan Berikan Asistensi Kepabeanan pada Bimtek DPPESDM
Foto : Bpk Yazid Khair Harson (Kepala Seksi PLI BC...
Baca selengkapnyaBea Cukai Belawan Terima Kunjungan ALFI Sumut Bahas Tantangan Logistik di Kawasan Pelabuhan
Foto : Kepala Kantor BC Belawan dan Tim Bersama Asosiasi...
Baca selengkapnyaKawal Integritas AEO di KEK Sei Mangkei: Bea Cukai Belawan Pastikan Standar Global Unilever Tetap Terjaga
Foto : BC Belawan dan Tim Kantor Pusat Bea dan...
Baca selengkapnya
