Foto : Kepala Kantor BC Belawan dan Tim Bersama Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI)
Belawan, 8 April 2026 – Bea Cukai Belawan menerima kunjungan dari Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Sumatera Utara, pada Rabu (8/4). Forum yang dipimpin langsung Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Agus Sujendro, ini membahas sejumlah tantangan logistik dan rantai pasok di kawasan Pelabuhan Belawan.
Dalam pembukaannya, Agus Sujendro yang baru menjabat sebagai kepala kantor mengajak pelaku usaha untuk bersinergi memaksimalkan fungsi pengawasan dan pelayanan kepabeanan. Ketua ALFI Sumut, Suryanto, menyambut positif dan menyatakan kesiapan organisasinya menjadi mitra strategis Bea Cukai Belawan dalam menyosialisasikan regulasi terbaru ke pelaku usaha di lapangan.
Diskusi langsung masuk ke substansi. Surya Dharma S. dari Bidang Litbang ALFI menyoroti tantangan ketersediaan kontainer kosong yang berpengaruh langsung terhadap kelancaran ekspor, serta pergeseran jadwal kapal akibat dinamika global. Ia juga meminta Bea Cukai mencermati pola-pola baru yang muncul di kawasan Kuala Tanjung terkait kebutuhan Bill of Lading (B/L) harian. “Kalau stok kontainer terganggu, pengusaha akan cari alternatif. Itu bisa menciptakan tren baru yang belum tentu menguntungkan semua pihak,” ujar Surya.
Kabid Organisasi ALFI Syawal Lubis mengangkat persoalan sektor sawit. Menurutnya, waktu proses laboratorium yang masih cukup panjang berdampak langsung pada waktu tunggu kapal dan biaya logistik yang membengkak. Syawal mendorong agar layanan pendukung di pelabuhan bisa lebih efisien melalui koordinasi antarlembaga. Ia juga mengingatkan bahwa ekosistem pelabuhan melibatkan banyak instansi, sehingga setiap persoalan perlu didudukkan secara proporsional. “Jangan semua masalah dialamatkan ke satu pihak. Harus duduk bareng cari solusi,” tegasnya.
Suryanto menambahkan pentingnya transparansi. Ia meminta agar setiap hasil koordinasi dan perkembangan positif segera dikomunikasikan ke pelaku usaha. “Kalau ada kabar baik dari hasil diskusi dengan pihak terkait, kami harap secara aktif ke seluruh stakeholders,” ujar Suryanto. Ia juga mengingatkan perlunya edukasi menyeluruh kepada stakeholders mengingat aturan di Karantina bahkan lebih banyak dibanding Bea Cukai.
Menutup forum, Agus Sujendro mengapresiasi seluruh masukan peserta. Ia menegaskan bahwa hal-hal yang bisa ditindaklanjuti langsung akan segera dieksekusi, sementara isu yang memerlukan koordinasi lintas instansi akan dibawa ke pembahasan bersama Pelindo dan pihak terkait lainnya. “Forum ini membuka perspektif kami bahwa tantangan di pelabuhan menyangkut keseluruhan rantai pasok, bukan hanya soal logistik,” pungkas Agus. Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari dialog rutin Bea Cukai Belawan–ALFI Sumut untuk meningkatkan daya saing Pelabuhan Belawan.
Berita Terbaru Lainnya
Dukung Ekspor UMKM Sumut, Bea Cukai Belawan Berikan Asistensi Kepabeanan pada Bimtek DPPESDM
Foto : Medan, 16 April 2026 – Bea Cukai Belawan...
Baca selengkapnyaBea Cukai Belawan Terima Kunjungan ALFI Sumut Bahas Tantangan Logistik di Kawasan Pelabuhan
Foto : Kepala Kantor BC Belawan dan Tim Bersama Asosiasi...
Baca selengkapnyaKawal Integritas AEO di KEK Sei Mangkei: Bea Cukai Belawan Pastikan Standar Global Unilever Tetap Terjaga
Foto : BC Belawan dan Tim Kantor Pusat Bea dan...
Baca selengkapnyaBea Cukai Belawan Siap Kawal Kelancaran Ekspor-Impor Selama Libur Hari Raya Nyepi dan Lebaran 2026
Foto : Kakanwil BC Sumut dan Kepala Kantor BC Belawan...
Baca selengkapnya
