Foto : Jajaran Pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Bersama Komisi XI DPR RI di Pelabuhan Belawan.
Belawan, 24 Februari 2026 – Komisi XI DPR RI melakukan kunjungan kerja reses ke Kantor Bea Cukai Belawan, Sumatera Utara. Kunjungan ini bertujuan meninjau langsung proses bisnis dan pelaksanaan tugas Bea Cukai di salah satu pelabuhan tersibuk dan terbesar di luar Pulau Jawa tersebut.
Rombongan Komisi XI dipimpin langsung oleh Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, dan disambut oleh Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama, didampingi Direktur Teknis Kepabeanan, Direktur Fasilitas Kepabeanan, Direktur Penindakan dan Penyidikan, dan Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa. Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Utara Rudy Rahmaddi, Kepala KPPBC TMP Belawan Agus Sujendro, jajaran pimpinan di lingkungan Bea Cukai Sumatera Utara, serta perwakilan pimpinan Kementerian Keuangan wilayah Sumatera Utara juga hadir dalam kesempatan tersebut. Kunjungan diawali di TPFT Graha Segara, tempat pemeriksaan terpadu untuk proses ekspor dan impor, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan long room, fasilitas X-ray terbaru, hingga instalasi pipa CPO di dermaga.
Misbakhun menegaskan bahwa kunjungan kerja ini merupakan upaya nyata Komisi XI untuk membangun pemahaman mendalam tentang tugas kepabeanan di lapangan. “Kedatangan kami ini sengaja untuk mendekatkan Komisi XI dengan mitra kerjanya. Kami ingin mengetahui bidang tugas Bea Cukai di lapangan seperti apa. Tugas Bea Cukai itu sangat unik karena dihadapkan dengan berbagai hal yang sifatnya sangat teknikal,” ujar Misbakhun. Ia menambahkan, pemahaman yang diperoleh dari kunjungan ini akan menjadi bekal penting bagi para anggota dewan dalam menjalankan fungsi pengawasan dan legislasi.
Misbakhun juga menyoroti bahwa Pelabuhan Belawan merupakan salah satu pintu gerbang perdagangan yang sangat strategis, sehingga penguatan kapasitas Bea Cukai di sini menjadi prioritas penting. “Kami ingin mengetahui seberapa besar arus barang di Belawan karena Belawan adalah salah satu pelabuhan terbesar, siapa saja interaksinya, dan kami ingin memberikan penguatan kepada Bea Cukai karena tugasnya paling berat sementara fasilitasnya paling minim,” tegasnya.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama menyambut baik kunjungan Komisi XI dan menekankan pentingnya dukungan dari lembaga legislatif untuk meningkatkan kinerja Bea Cukai. “Kunjungan tadi di lapangan secara umum sudah memberikan gambaran proses bisnis yang terjadi di Bea Cukai, bahwa dalam proses bisnisnya juga melibatkan pihak lain, baik dari swasta maupun lembaga pemerintah. Kami mohon dukungan dalam meningkatkan penerimaan negara,” kata Djaka dalam sambutannya.
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Utara, Rudy Rahmaddi, dalam kesempatan tersebut memaparkan berbagai inovasi teknologi yang tengah dikembangkan Bea Cukai Belawan, salah satunya sistem berbasis kecerdasan buatan yang dinamakan Trade AI. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi miss invoicing dan menguji kewajaran nilai pabean, termasuk kemungkinan kesalahan kode HS. Selain itu, Bea Cukai Belawan juga sedang mengintegrasikan sistem National Logistics Ecosystem (NLE) dan mengoperasikan mesin X-ray terbaru berteknologi AI, G-Scan, yang memiliki kemampuan monitoring barang di dalam kontainer dan akan terus belajar mengenali jenis barang.
Rudy juga memaparkan profil strategis Pelabuhan Belawan sekaligus tantangan yang dihadapi pada tahun 2026. Dalam pemaparan yang disampaikan kepada rombongan, Rudy menjelaskan bahwa neraca perdagangan di wilayah kerja KPPBC TMP Belawan mencatatkan surplus karena nilai ekspor jauh melampaui impor. “Pelabuhan Belawan adalah pelabuhan terbesar di luar Pulau Jawa, dan salah satu karakteristik utamanya adalah integrasinya dengan industri sawit. Hampir 99 persen penerimaan bea keluar berasal dari ekspor komoditas sawit, dan ini tidak ditemui di pelabuhan lainnya,” jelas Rudy.
Namun demikian, Rudy mengakui adanya tantangan serius dalam penerimaan tahun 2026. Meski pada 2025 penerimaan berhasil mencapai 193 persen dari target, hal itu didorong oleh tingginya harga patokan sawit sepanjang tahun. “Tren harga patokan saat ini sudah mulai menurun, sehingga cukup berat untuk penerimaan dari sisi bea keluar. Di sisi lain, program ekstensifikasi bea keluar dari komoditas tambang tidak dapat kami andalkan karena Sumatera Utara tidak memiliki barang tambang yang dikenakan kebijakan tersebut,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Agus Sujendro, mengungkapkan rasa terima kasih atas kedatangan Komisi XI DPR RI. Ia menegaskan komitmen jajarannya untuk terus berinovasi demi meningkatkan kualitas layanan dan pengawasan. “Kami terus berinovasi, mulai dari penerapan joint inspection di TPFT Graha Segara, pengoperasian G-Scan berteknologi AI, hingga pengembangan Trade AI untuk memastikan kewajaran nilai pabean. Kami berharap dukungan Komisi XI dapat terus mengalir, khususnya dalam pemenuhan sarana prasarana. Dengan fasilitas yang memadai, kami yakin Bea Cukai Belawan dapat semakin optimal dalam menjaga pintu gerbang perdagangan Sumatera,” pungkasnya.
Berita Terbaru Lainnya
Komisi XI DPR RI Kunjungi Bea Cukai Belawan, Perkuat Pemahaman Tugas Kepabeanan di Pelabuhan Tersibuk Luar Jawa
Foto : Jajaran Pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Bersama...
Baca selengkapnyaPerkuat Rantai Pasok Logistik, Bea Cukai Gelar Validasi Lapangan AEO ke Dua Perusahaan di Kota Medan
Foto : Tim Bea Cukai Belawan dan Tim AEO Bea...
Baca selengkapnyaBea Cukai Belawan Validasi Proses Bisnis PT Sheel Oil Indonesia di KEK Sei Mangkei
Foto : Tim Bea Cukai Belawan Bersama PT Sheel Oil...
Baca selengkapnyaPeringati Hari Pabean Internasional 2026, Bea Cukai Belawan Gelar Apel Khusus dan Donor Darah
Foto : Pegawai Bea Cukai Belawan Melakukan Apel Memperingati Hari...
Baca selengkapnya
