Foto : Tim Bea Cukai Belawan dan Tim AEO Bea Cukai Melakukan Pengecekan Lapangan Perusahaan Penerima Fasilitas AEO
Medan, 10 Februari 2026 – Bea Cukai Belawan turut mendampingi Tim Validator Authorized Economic Operator (AEO) dari Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam melaksanakan validasi lapangan maraton ke dua perusahaan strategis di Sumatera Utara. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, menyasar fasilitas PT Sinotrans CSC Indonesia pada Senin (09/02) dan PT Pertamina Patra Niaga pada Selasa (10/02).
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Bea Cukai untuk memperkuat rantai pasok logistik nasional melalui standarisasi keamanan dan kepatuhan internasional yang ditetapkan oleh World Customs Organization (WCO).
Pada hari pertama, tim melakukan peninjauan ke fasilitas gudang PT Sinotrans CSC Indonesia. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut atas permohonan perluasan kemitraan bisnis strategis antara PT ZTE Indonesia—yang telah menyandang status AEO—dengan PT Sinotrans sebagai mitra penyedia fasilitas logistik.
Validasi ini bertujuan memastikan bahwa mata rantai logistik yang digunakan oleh perusahaan AEO tetap terjaga keamanannya. Kepala Seksi Sertifikasi AEO Kantor Pusat Bea Cukai, Yasser Ferdansyah Gautama, yang memimpin langsung tim validator, menekankan pentingnya konsistensi standar keamanan tersebut.
“Sebagai pemegang status AEO, PT ZTE telah membuktikan kepatuhannya yang luar biasa. Namun, karena saat ini mereka menggandeng PT Sinotrans sebagai mitra bisnis baru, maka validasi ulang menjadi langkah krusial. Kami ingin memastikan kelayakan serta konsistensi kepatuhan perusahaan tersebut sebelum nantinya diberikan predikat AEO,” ujar Yasser.
Dalam prosesnya, tim memeriksa aspek fisik dan administrasi, mencakup sistem keamanan gudang (CCTV, kontrol akses), manajemen inventaris, hingga manajemen risiko bencana serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Melanjutkan agenda validasi, pada hari kedua (10/02), tim bergerak menuju instalasi PT Pertamina Patra Niaga. Validasi lapangan ini difokuskan untuk menilai kepatuhan proses bisnis perusahaan dalam pengelolaan distribusi energi, mengingat peran vital Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional serta tingginya frekuensi kegiatan kepabeanan yang dilakukan.
Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Ahmad Luthfi, menyatakan dukungan penuhnya terhadap rangkaian kegiatan validasi ini. Menurutnya, keterlibatan aktif unit vertikal di daerah sangat krusial dalam fungsi trade facilitator dan industrial assistance.
“Kami di Bea Cukai Belawan mendukung penuh setiap inisiatif perusahaan yang ingin meningkatkan standar kepatuhannya menuju level AEO. Status AEO bukan sekadar sertifikasi, melainkan wujud kepercayaan tertinggi dari otoritas kepabeanan yang berdampak langsung pada efisiensi biaya logistik dan kecepatan dwelling time,” tegas Ahmad Luthfi.
Ia menambahkan bahwa dengan tervalidasinya mitra logistik seperti PT Sinotrans dan perusahaan strategis seperti PT Pertamina Patra Niaga, arus barang—baik perangkat telekomunikasi maupun energi—dapat berjalan lebih lancar melalui jalur prioritas.
“Validasi lapangan ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi pelaku usaha logistik lainnya di Sumatera Utara. Kami ingin menciptakan ekosistem logistik yang tidak hanya patuh secara administrasi, tetapi juga aman, terpercaya, dan memiliki daya saing global,” tutup Luthfi.
Berita Terbaru Lainnya
Bea Cukai Belawan Terima Kunjungan ALFI Sumut Bahas Tantangan Logistik di Kawasan Pelabuhan
Foto : Kepala Kantor BC Belawan dan Tim Bersama Asosiasi...
Baca selengkapnyaKawal Integritas AEO di KEK Sei Mangkei: Bea Cukai Belawan Pastikan Standar Global Unilever Tetap Terjaga
Foto : BC Belawan dan Tim Kantor Pusat Bea dan...
Baca selengkapnyaBea Cukai Belawan Siap Kawal Kelancaran Ekspor-Impor Selama Libur Hari Raya Nyepi dan Lebaran 2026
Foto : Kakanwil BC Sumut dan Kepala Kantor BC Belawan...
Baca selengkapnyaLampaui Target APBN, Kontribusi Bea Cukai Jadi Penopang Perekonomian Sumatera Utara
Foto : Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara Belawan, 11 Maret 2026...
Baca selengkapnya
