Foto : Bea Cukai Belawan Memperkuat Sinergi dengan PT ZTE sebagai Mitra AEO
Belawan, 7 Mei 2025 – Bea Cukai Belawan menyambut rencana ekspansi bisnis PT ZTE Indonesia di wilayah Sumatera Utara dengan melakukan proses impor peralatan jaringan telekomunikasi melalui Pelabuhan Belawan. Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Ahmad Luthfi, dengan jajaran manajemen PT ZTE Indonesia yang berlangsung pada Rabu (07/05).
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Kantor Bea Cukai Belawan menegaskan komitmen institusinya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh stakeholder, khususnya bagi pengguna jasa yang telah mendapatkan status sebagai Authorized Economic Operator (AEO). “PT ZTE Indonesia merupakan bagian dari klaster stakeholder yang telah tersertifikasi sebagai AEO sejak 2023. Dengan status tersebut kami berharap PT ZTE Indonesia sudah memahami kewajibannya dalam memenuhi ketentuan di bidang kepabeanan,” ujar Ahmad Luthfi.
PT ZTE Indonesia sendiri merupakan perusahaan teknologi asal Shenzhen, Tiongkok, yang telah beroperasi di Indonesia sejak 1995 dan mendirikan kantor pertama di Jakarta pada 1999. Dalam pengembangannya di Sumatera Utara, ZTE akan memasok Base Transceiver Station (BTS) jaringan outdoor yang akan diimpor melalui Pelabuhan Belawan. Barang-barang yang akan diimpor, sebagian besar merupakan produk baru hasil produksi langsung dari Tiongkok. “Barang yang akan kami kirim berupa peralatan jaringan outdoor seperti BTS, dan rencananya akan mulai masuk ke Pelabuhan Belawan,” ungkap Fajar Ning Ekowati, AEO Manager PT ZTE Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Bea Cukai Belawan juga mengingatkan pentingnya pemenuhan aturan aturan teknis yang berlaku di Indonesia, khususnya izin dan perizinan dari instansi terkait seperti Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Ahmad Luthfi menyatakan, “Kami siap mendukung kelancaran proses impor, namun sangat penting bagi ZTE untuk memastikan bahwa semua dokumen dan perizinan terkait alat telekomunikasi telah sesuai ketentuan.”
Sebagai pengguna fasilitas AEO, PT ZTE Indonesia akan memperoleh sejumlah kemudahan dalam proses customs clearance, termasuk percepatan pemeriksaan dan pengeluaran barang. Bea Cukai Belawan juga telah menjalin koordinasi intensif dengan pihak KSOP dan Pelindo untuk memastikan kelancaran arus barang di Pelabuhan Belawan.
Sebagai informasi, Authorized Economic Operator (AEO) adalah suatu skema yang diberikan kepada pelaku usaha yang telah memenuhi standar kepatuhan, keamanan, dan pengelolaan logistik internasional yang tinggi. Dengan status ini, perusahaan mendapat sejumlah fasilitas kepabeanan seperti percepatan layanan, pengurangan pemeriksaan fisik, serta kemudahan dalam proses clearance di pelabuhan. Penerapan skema AEO merupakan bagian dari upaya Bea Cukai untuk mendorong perdagangan yang aman, lancar, dan kompetitif secara global.
Importasi yang dilakukan PT ZTE Indonesia di Medan ini serupa dengan yang telah dilakukan di Pelabuhan lain di Indonesia seperti Tanjung Priok di Jakarta dan Tanjung Perak di Surabaya. Dengan sinergi yang dibangun antara Bea Cukai, operator pelabuhan, dan pengguna jasa seperti ZTE, diharapkan kehadiran investasi di bidang infrastruktur telekomunikasi ini akan semakin mendukung konektivitas dan pengembangan ekonomi di wilayah Sumatera Utara.
Berita Terbaru Lainnya
Bea Cukai Belawan Terima Kunjungan ALFI Sumut Bahas Tantangan Logistik di Kawasan Pelabuhan
Foto : Kepala Kantor BC Belawan dan Tim Bersama Asosiasi...
Baca selengkapnyaKawal Integritas AEO di KEK Sei Mangkei: Bea Cukai Belawan Pastikan Standar Global Unilever Tetap Terjaga
Foto : BC Belawan dan Tim Kantor Pusat Bea dan...
Baca selengkapnyaBea Cukai Belawan Siap Kawal Kelancaran Ekspor-Impor Selama Libur Hari Raya Nyepi dan Lebaran 2026
Foto : Kakanwil BC Sumut dan Kepala Kantor BC Belawan...
Baca selengkapnyaLampaui Target APBN, Kontribusi Bea Cukai Jadi Penopang Perekonomian Sumatera Utara
Foto : Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara Belawan, 11 Maret 2026...
Baca selengkapnya
