Jumat, 20 Desember 2024 – Kepala Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan (Pusintek) Kementerian Keuangan, Moch. Ali Hanafiah bersama Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai, Rudy Rahmaddi, mengunjungi Kantor Bea Cukai Belawan dalam rangka meninjau progres revitalisasi infrastruktur teknologi dan informasi di Kantor Bea Cukai Belawan.
Revitalisasi jaringan di Kantor Bea Cukai Belawan menjadi langkah penting untuk mengatasi berbagai kendala teknis yang selama ini menghambat kinerja operasional. Jaringan yang ada sebelumnya memiliki keterbatasan signifikan, baik dari segi cakupan maupun performa. Beberapa area di kantor masih mengalami blank spot, sehingga akses ke aplikasi penting seperti CEISA 4.0 sering terganggu
Revitalisasi jaringan ini memberikan dampak positif yang sangat terasa di lingkungan Bea Cukai Belawan. Dengan adanya perangkat dan topologi jaringan yang baru, kecepatan internet menjadi lebih optimal, memungkinkan pengguna memanfaatkan bandwidth secara penuh tanpa hambatan bottleneck. Selain itu, cakupan Wi-Fi yang telah mencakup seluruh area kantor memastikan aksesibilitas yang lebih baik bagi semua pegawai dan sistem pendukung.
Revitalisasi infrastruktur teknologi informasi ini juga memberikan manfaat signifikan bagi para pengguna jasa. Dengan jaringan yang lebih cepat dan stabil, proses pelayanan seperti pengajuan dokumen kepabeanan, pemantauan status impor atau ekspor, hingga akses sistem CEISA 4.0 dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien. Hal ini tidak hanya meningkatkan kepuasan pengguna jasa, tetapi juga mempercepat arus barang dan logistik, yang pada akhirnya mendukung kelancaran kegiatan perdagangan dan perekonomian secara keseluruhan.
Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Ahmad Luthfi mengungkapkan, peningkatan infrastruktur teknologi informasi ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pusintek dan Bea Cukai. Dengan infrastruktur yang lebih modern dan andal, diharapkan Bea Cukai Belawan dapat semakin optimal dalam menjalankan tugasnya, termasuk dalam mencapai target penerimaan negara yang telah ditetapkan. “Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kuat dari kedua pihak untuk terus berinovasi dan memperkuat peran teknologi dalam mendukung pencapaian tujuan nasional,” pungkas Luthfi.





